Skip to content

Mengenai Tambal Gigi

Juli 21, 2011

Sebelum anda dirawat tambal oleh dokter gigi, sebaiknya anda diberi penjalesan tentang hal-hal yang berkaitan dengan prosedur yang akan dilakukan, termasuk jenis bahan tambal yang akan dipakai. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?

1. Keberhasilan perawatan
Keberhasilan perawatan juga ditentukan sikap kooperatif pasien untuk memenuhi prosedur perawatan. Misalnya untuk perawatan yang memerlukan lebih dari satu kali kunjungan.

2. Sesuai antara indikasi dengan keinginan pasien
Kadang kala pasien menginginkan ditambal dengan jenis bahan tambal A. Padahal seharusnya memakai bahan tambal jenis B. Maka dalam hal ini, dokter gigi harus menjelaskan kepada pasien, bahan dan perawatan yang sesuai dengan kasus.

3. Keperluan riwayat kesehatan gigi.
Walaupun semua sudah dicatat dalam rekam medik, sebaiknya pasien mengetahui riwayat giginya, terutama jika pasien memeriksakan giginya kepada dokter gigi yang berbeda karena rekam medik di Indonesia belum mempunyai sistem terpusat.

4. Keperluan biaya
Sebagian besar biaya perawatan gigi memang tidak murah. Hal ini disebabkan antara lain banyak bahan / material kedokteran gigi dan peralatan medis masih mengimpor dari luar negeri.

Biaya tambal gigi biasanya dipengaruhi oleh:

  • Dokter giginya sendiri
  • Prosedur perawatan yang dilakukan “tergantung kasus”
  • Jumlah/banyaknya permukaan gigi yang memerlukan tambalan
  • Jenis bahan tambal
  • Asuransi (bilamana memakai ). Misalnya Terkadang pada jenis bahan tambal tertentu, asuransi tidak mau menanggungnya.

Secara garis besar, ada dua tipe bahan restorasi gigi :

1. Restorasi langsung (direct restoration).
Proses penambalan dilakukan dengan satu kali kunjungan. Yang termasuk dalam bahan restorasi ini antara lain: amalgam gigi, semen ionomer kaca (SIK), resin ionomer, dan beberapa golongan resin komposit.

2. Restorasi tidak langsung (indirect restoration)
Umumnya dilakukan kunjungan minimal dua kali atau bahkan lebih, tergantung jenis perawatannya. Yang termasuk restorasi ini antara lain: inlays, onlays, veneers (pelapisan gigi), mahkota dan jembatan yang dibuat dengan emas, bahan dasar metal alloys, keramik atau komposit. Restorasi ini biasanya juga melibatkan pekerjaan laboratoris. Dokter gigi akan melakukan prosedur pencetakan pada pasien untuk memperoleh model gigi dan rongga mulut pasien.

Veneer (pelapisan gigi) adalah perawatan gigi yang dilakukan pada gigi yang tidak beraturan ringan dan gigi dengan bentuk tidak normal

Crown (selubung gigi) dilakukan pada gigi yang patah, kerusakan yang luas, dan gigi yang tidak bisa ditambal. Gigi yang patah dibuatkan selubung gigi, sedangkan bridge merupakan cara perawatan untuk mengisi celah dari satu atau lebih gigi yang hilang. Perawatan ini dilakukan karena kehilangan satu gigi dan adanya masalah gigitan dan sendi rahang yang ditimbulkan dari gigi yang sudah bergeser.

From → Kesehatan Gigi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: