Skip to content

Osteomyelitis dan Penyebabnya

Juli 11, 2011

Osteomyelitis adalah radang pada bagian-bagian tulang yang disebabkan oleh bakteri. Itu sederhananya, kalau rumitnya, osteomyelitis keadaan inflamasi pada tulang yang di awali dengan infeksi pada rongga medulla dan sistem havers kemudian meluas ke bagian periosteum di daerah yang mengalami kerusakan. Infeksi ini terjadi pada bagian tulang yang mengalami kalsifikasi. Puas? Hehehe.

Penyebab :
ODONTOGEN
Merupakan sumber lokal yang paling utama pada osteomyelitis. Pada rahang, meliputi :

  • Dari alveolus setelah pencabutan gigi.
  • Dari abses subperiosteal.
  • Penyakit periapikal yang disebabkan oleh keadaan patologis pulpa.
  • Penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri yang memasuki gingival servix.
  • Infeksi perikoronal yang disebabkan oleh peradangan jaringan gusi yang tertembus oleh gigi yang erupsi sebagian dengan operculum yang berlangsung lama.
  • Infeksi tumor / kista odontogen.
  • Penggunaan panas untuk merawat abses gigi yang terdapat dalam tulang tanpa pencabutan gigi yang menutupinya untuk menyediakan drainase yang diperlukan dalam kasus ini.
  • Gangren pulpa dari gigi yang nampaknya sehat.
  • Abses apikal.

NON ODONTOGEN

  • Infeksi hematogen —– infeksi osteomyelitis. Multiple.
  • Anak-anak yang kekurangan gizi.
  • Penyakit-penyakit sistemik.
  • Alat-alat yg digunakan untuk mencabut gigi kadang-kadang dissebut sebagai sumber osteomyelitis.
  • Abses peritonsiler –—osteomyelitis. Pada ramus ascendes.
  • Trauma lokal pada gusi –— penderita yang menurun resistennya terhadap infeksi.
  • Furmukolosis pipi.
  • Trauma karena pembedahan.

Klasifikasi :
Menurut peradangan = akut, sub akut, kronis
Menurut asalnya = osteomyelitis odontogen dan osteomyelitis non odontogen

Gejala :
Tanda / gejala umum dan lokal :
Penderita merasa nyeri yang sifatnya hanya samar-samar dan perasaan tidak enak pada tulang rahang.

Osteomyelitis akut

  • Demam, bengkak, muncul setelah 2 – 3 hari
  • Pembesaran kelenjar limfe di leher, sakit pada palpasi
  • Trismus, paresthesia bibir
  • Radang gingiva
  • Gusi menjadi warna merah tua
  • Ada nanah keluar dari tepi gingiva
  • Gigi goyang
  • Sukar menelan
  • Nadi dan nafas cepat

Osteomyelitis kronis

  • Suhu tubuh tidak terlalu tinggi
  • Rasa nyeri berangsur-angsur hilang
  • Rasa tidak enak pada tulang rahang
  • Trismus dan paresthesia bibir berangsur-angsur hilang
  • Masih ada pembengkakan
  • Keadaan gigi goyang
  • Ada fistel pada kulit

Perawatan :

  • Kontrol etiologi dan faktor predisposisi
  • Perbaiki keadaan umum
  • Istirahat total
  • Diet teratur
  • Konsumsi antibiotik dan analgesik dosis tinggi
  • Incisi abses/bisul supaya tekanan nanah berkurang pada tulang

osteomyelitis adalah radang pada bagian-bagian tulang yang disebabkan oleh bakteri. Itu sederhananya, kalau rumitnya, osteomyelitis keadaan inflamasi pada tulang yang di awali dengan infeksi pada rongga medulla dan sistem havers kemudian meluas ke bagian periosteum di daerah yang mengalami kerusakan. Infeksi ini terjadi pada bagian tulang yang mengalami kalsifikasi. Puas? Hehehe.

Penyebab :
ODONTOGEN
Merupakan sumber lokal yang paling utama pada osteomyelitis. Pada rahang, meliputi :

  • Dari alveolus setelah pencabutan gigi.
  • Dari abses subperiosteal.
  • Penyakit periapikal yang disebabkan oleh keadaan patologis pulpa.
  • Penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri yang memasuki gingival servix.
  • Infeksi perikoronal yang disebabkan oleh peradangan jaringan gusi yang tertembus oleh gigi yang erupsi sebagian dengan operculum yang berlangsung lama.
  • Infeksi tumor / kista odontogen.
  • Penggunaan panas untuk merawat abses gigi yang terdapat dalam tulang tanpa pencabutan gigi yang menutupinya untuk menyediakan drainase yang diperlukan dalam kasus ini.
  • Gangren pulpa dari gigi yang nampaknya sehat.
  • Abses apikal.

NON ODONTOGEN

  • Infeksi hematogen —– infeksi osteomyelitis. Multiple.
  • Anak-anak yang kekurangan gizi.
  • Penyakit-penyakit sistemik.
  • Alat-alat yg digunakan untuk mencabut gigi kadang-kadang dissebut sebagai sumber osteomyelitis.
  • Abses peritonsiler –—osteomyelitis. Pada ramus ascendes.
  • Trauma lokal pada gusi –— penderita yang menurun resistennya terhadap infeksi.
  • Furmukolosis pipi.
  • Trauma karena pembedahan.

Klasifikasi :
Menurut peradangan = akut, sub akut, kronis
Menurut asalnya = osteomyelitis odontogen dan osteomyelitis non odontogen

Gejala :
Tanda / gejala umum dan lokal :
Penderita merasa nyeri yang sifatnya hanya samar-samar dan perasaan tidak enak pada tulang rahang.

Osteomyelitis akut

  • Demam, bengkak, muncul setelah 2 – 3 hari
  • Pembesaran kelenjar limfe di leher, sakit pada palpasi
  • Trismus, paresthesia bibir
  • Radang gingiva
  • Gusi menjadi warna merah tua
  • Ada nanah keluar dari tepi gingiva
  • Gigi goyang
  • Sukar menelan
  • Nadi dan nafas cepat

Osteomyelitis kronis

  • Suhu tubuh tidak terlalu tinggi
  • Rasa nyeri berangsur-angsur hilang
  • Rasa tidak enak pada tulang rahang
  • Trismus dan paresthesia bibir berangsur-angsur hilang
  • Masih ada pembengkakan
  • Keadaan gigi goyang
  • Ada fistel pada kulit

Perawatan :

  • Kontrol etiologi dan faktor predisposisi
  • Perbaiki keadaan umum
  • Istirahat total
  • Diet teratur
  • Konsumsi antibiotik dan analgesik dosis tinggi
  • Incisi abses/bisul supaya tekanan nanah berkurang pada tulang

From → Penyakit Gigi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: